Ngapel Kejutan :D
Hari ini tanggal 14 Desember, h-1 17 bulanan Ekarani, gw terbangun dengan sangat telat. Bangun langsung diajak ikut beli roti di Holland Bakery. Itu lho yang ada kincir anginnya (ya iyalah, siapa yg ga tau c…). Saat memilih roti, gw merogoh kantong, seraya mencoba mengambil handphone, namun apa daya semua sia-sia, karena HP tertinggal di WC. ”Mudah-mudahan ia tak apa-apa”, pikirku (caelah).
Roti sosis dan meises moka pun terbeli, perjalanan berlanjut dengan penuh rasa was-was akan misscall dari sang pacar. Namun apa daya, perjalanan diteruskan ke arah apotik Titimurni. Titimurni lhoo, awas jgn dimain2in ya namanya. Nah, di sana gw dan tante gw membeli obat. Cukup lama juga nunggu obatnya diracik, sekitar 1800 detik. Selesai beli obat, tancap gas lagi.
Muter balik, gw pun minta diturunkan di dekat CCF, pusat kebudayaan perancis, karena di sanalah mikrolet ke rumah Arani ngetem. Dengan VICKS di kantong, gw naik ke mobil biru itu.
”Penjara lewat, bang?”
”Lewat. Yaaa! Rawasari- RAWASARI-Pasar pasar pasaarrr!”
Begitu deh, naik juga gw. Pak sopir dengan kopiahnya, roman2nya adalah orang yang ramah. Eh betul, ada orang yg bayar pake 10rb, dia ga ada kembalian, terus katanya, ”2000 aja gpp”. Wah, baik yah. Gw pun membayar 2000. 2000 karena emang jarak dekat, hhehehe.
Perempatan penjara, gw turun. Jalan kaki menyusuri wilayah Johar Baru yang tak asing lagi. OTW, gw sempat menyeberang sebuah acara kondangan, tanpa rasa malu. Tapi ya, gpp salah sendiri kawin di tengah jalan. Bukannya di kamar kawinnya (=Lo]_Lo]).
Sampe jg deh dirumah si Caar. Getok-getok gembok, ”TRANG TANG TANG!” ”Assalamualaikuuuum” 3x akhirnya adiknya keluar dan membukakan pagar yang memang aslinya tidak digembok, duh.
”Kirain yang mau ngambil mobil, hha” kata Bella.
Masuk, dan langsung bertanya mengenai keberadaan Arani sang pacar. Sedang apa dia? Sedang di mana? Masih jadi misteri. Gw pun duduk, menunggu Caar keluar. Terdengar suara memanggil2 dari dalam, memberitahu ke Arani kalau Eka sudah tiba :p
Akhirnya caarku turun, dengan kerudung hitam dan celana olahraga SMP biru. Bajunya…abu-abu :p Langsung deh gw tersenyum dan menyapanya. Seneng deh liat dia kaget gara-gara gw ngejutin dia. Hehehe, trus katanya dia lagi pake baju minim gt pas gw dateng, jadinya ganti bajunya agak lama xp
Roti pun kuberi, VICKS pun kutaruh. Kami berbincang dan berdebat tentang Kenapa Tidak Memberi Tahu Dulu Kalau Mau Datang. Hhe, lucu mukanya caar tadi. Gw sama Arani belum mandi lhoo xp Terus gw dibikinin teh sama dia, tehnya enak bgd.
Adegan senyum-menyenyum tidak terelekkan.
”Ihhh…kok Paa dateng ke sini…ngapaaaaiiin…>_”
”Ituuu, nganter VICKS xp”
”Ihhh…mana HP ditinggal…”
”Iyaaa maap…hehehe…ciee seneng kan paanya bikin kejutan xp”
”Ihhh…tapi kan maluuu…belum mandi…”
”Ya elah paa juga belom”
”Ihh jorok..dasar”
Yaa kira-kira itu inti perbincangannya. Kita berdebat tentang roti yg gw bawa dan teh yg gw minum. Selesai minum teh, kata Arani gw harus pulang. Tapi tehnya ga gw abisin dulu xp Akhirnya gw pun menurut dan menghabiskan tehnya.
Gw pamit ke keluarga dan si Caar sendiri, lalu pulang. Sebelum itu gw sempat difoto, katanya buat blog, hahaha
Pulang naik mikrolet, lalu bis. Lalu sampai dan blog ini pun ditulis.
Facebook pun dipenuhi comment mengenai peristiwa ini xD

Leave a Reply