header image
 

10 hal bermanfaat yang dapat dilakukan di Mikrolet :p

Hmm..dunia ini memang penuh teka-teki..cuma dengan mengganti nomer dari 35 menjadi 04, nyasarnya bisa kemana-mana..tp hal ini cuma berlaku kalo lo naik yang namanya itu mikrolet bung!

Nah, menurut pengalaman gw, naik mikrolet sebagai penumpangnya *ya iyalah masa jadi rodanya HAHA!* sangatlah garing, apalagi kalo ngga membawa seorang teman pun..

Nah, gimana cara melembekkan kegaringan tersebut? Fantasi gw mungkin bisa bermanfaat..hehehe

  1. Main adu liat-liatan sama penumpang lain, yaa..lo liatin matanya dalam2, terus kl dia ngedip duluan lo langsung teriak “MENAAANG!!” terus lo liatin orang lain dan ulangi teriakkan tersebut..kalo lo yang kalah, turun aja hha..
  2. Tereak2 ke luar bagaikan seorang kenek oplet, “CINERE GANDUL, CINERE GANDUUUUUL” bahkan kalo lo tau kl itu mikrolet jurusan Pulogadung - Kampung Melayu hha…yg penting kan penumpangnya masuk dulu ya ga coy? :p
  3. Buat sang sopir penasaran dengan cara mengetok2 langit2 mikrolet, terus pas sopir menengok, pura2 tak tahu, yah seperti kata pepatah, lempar batu sembunyi tangan..hehe..jgn dilakukan kl lagi rame, atau ya…tau lah…:p
  4. Berdo’alah dengan sedikit mengeraskan suara, pray for all u wish for..mungkin mau lulus UAN, masuk PTN favorit, dapet jodoh, yaah begitulah hehe..siapa tau yg laen ikut juga do’a :)
  5. Salamin orang2 dan perkenalkan diri, siapa tau ada yang nemplok di hati wekekeke…
  6. Kl ada orang yg ngeselin lo, misalnya dia yang telah melakukan salah satu dari 5 trik di atas, bisa nih trik dipake : turun, jgn bayar, tapi bilang : dibayarin sama yang *perawakan orang yg usil itu* bang!..syukur2 kl die ade piti..hha
  7. Kerjakan soal2 pelajaran, misal Fisika ato matematika..berbingungrialah dan tanyakan bagaimana caranya ke semw penumpang se-mikrolet hehe..siapa tau ada dosen lagi mau ke pasar beli kelapa parut kan..hehe..
  8. Dengarkan mp3 dan berdendanglah sesuka hati bak berkaraoke..selain bisa menstimulasi orang untuk ikut bernyanyi, siapa tau dikasi receh..jgn dilakuin kl suara lo Pales..hha..taulah..
  9. Beli keripik ato krupuk kulit, makan dan berkriuk-kriuk ria…hha, dijamin annoying abis men! Tapi jangan lupa tawarin penumpang dan pak sopir yaa.. :)
  10. Yang terakhir..yang bermanfaat ya..duduk diam dan tenang..seperti semua penumpang lain, pas udah mau nyampe, baru tereak :” Setop doonk abhaaank..ihihihi guanteng deh, akika jadi mauu” hha

Yaaah…bisa dibilang itu hanya mimpi…namun tidak salahnya dicoba, kita toh memang butuh suasana baru, ya ga ? hehehehe

BLOG YANG SUDAH LAMA TIDAK DI UPDATE KEMBALI DIISI DENGAN BLOG AWAL YANG ANEH :p

Ngapel Kejutan :D

Hari ini tanggal 14 Desember, h-1 17 bulanan Ekarani, gw terbangun dengan sangat telat. Bangun langsung diajak ikut beli roti di Holland Bakery. Itu lho yang ada kincir anginnya (ya iyalah, siapa yg ga tau c…). Saat memilih roti, gw merogoh kantong, seraya mencoba mengambil handphone, namun apa daya semua sia-sia, karena HP tertinggal di WC. ”Mudah-mudahan ia tak apa-apa”, pikirku (caelah).

 

Roti sosis dan meises moka pun terbeli, perjalanan berlanjut dengan penuh rasa was-was akan misscall dari sang pacar. Namun apa daya, perjalanan diteruskan ke arah apotik Titimurni. Titimurni lhoo, awas jgn dimain2in ya namanya. Nah, di sana gw dan tante gw membeli obat. Cukup lama juga nunggu obatnya diracik, sekitar 1800 detik. Selesai beli obat, tancap gas lagi.

 

Muter balik, gw pun minta diturunkan di dekat CCF, pusat kebudayaan perancis, karena di sanalah mikrolet ke rumah Arani ngetem. Dengan VICKS di kantong, gw naik ke mobil biru itu.

”Penjara lewat, bang?”

”Lewat. Yaaa! Rawasari- RAWASARI-Pasar pasar pasaarrr!”

 

Begitu deh, naik juga gw. Pak sopir dengan kopiahnya, roman2nya adalah orang yang ramah. Eh betul, ada orang yg bayar pake 10rb, dia ga ada kembalian, terus katanya, ”2000 aja gpp”. Wah, baik yah. Gw pun membayar 2000. 2000 karena emang jarak dekat, hhehehe.

 

Perempatan penjara, gw turun. Jalan kaki menyusuri wilayah Johar Baru yang tak asing lagi. OTW, gw sempat menyeberang sebuah acara kondangan, tanpa rasa malu. Tapi ya, gpp salah sendiri kawin di tengah jalan. Bukannya di kamar kawinnya (=Lo]_Lo]).

 

Sampe jg deh dirumah si Caar. Getok-getok gembok, ”TRANG TANG TANG!” ”Assalamualaikuuuum” 3x akhirnya adiknya keluar dan membukakan pagar yang memang aslinya tidak digembok, duh.

”Kirain yang mau ngambil mobil, hha” kata Bella.

 

Masuk, dan langsung bertanya mengenai keberadaan Arani sang pacar. Sedang apa dia? Sedang di mana? Masih jadi misteri. Gw pun duduk, menunggu Caar keluar. Terdengar suara memanggil2 dari dalam, memberitahu ke Arani kalau Eka sudah tiba :p

 

Akhirnya caarku turun, dengan kerudung hitam dan celana olahraga SMP biru. Bajunya…abu-abu :p Langsung deh gw tersenyum dan menyapanya. Seneng deh liat dia kaget gara-gara gw ngejutin dia. Hehehe, trus katanya dia lagi pake baju minim gt pas gw dateng, jadinya ganti bajunya agak lama xp

 

Roti pun kuberi, VICKS pun kutaruh. Kami berbincang dan berdebat tentang Kenapa Tidak Memberi Tahu Dulu Kalau Mau Datang. Hhe, lucu mukanya caar tadi. Gw sama Arani belum mandi lhoo xp Terus gw dibikinin teh sama dia, tehnya enak bgd.

 

Adegan senyum-menyenyum tidak terelekkan.

”Ihhh…kok Paa dateng ke sini…ngapaaaaiiin…>_”
”Ituuu, nganter VICKS xp”

”Ihhh…mana HP ditinggal…”
”Iyaaa maap…hehehe…ciee seneng kan paanya bikin kejutan xp”

”Ihhh…tapi kan maluuu…belum mandi…”
”Ya elah paa juga belom”
”Ihh jorok..dasar”

 

Yaa kira-kira itu inti perbincangannya. Kita berdebat tentang roti yg gw bawa dan teh yg gw minum. Selesai minum teh, kata Arani gw harus pulang. Tapi tehnya ga gw abisin dulu xp Akhirnya gw pun menurut dan menghabiskan tehnya.

Gw pamit ke keluarga dan si Caar sendiri, lalu pulang. Sebelum itu gw sempat difoto, katanya buat blog, hahaha :D

 

Pulang naik mikrolet, lalu bis. Lalu sampai dan blog ini pun ditulis.

 

Facebook pun dipenuhi comment mengenai peristiwa ini xD

Caar’s B’Day!

Oke, deh…senin pagi ini, maksudnya pagi sekali buta ini, dengan udara pagi segar dan pohon yang melambai-lambai bak ibu-ibu yang memanggil abang bajaj sepulang belanja di pasar, hahaha, nampaknya ini benar-benar saat yang asyik untuk nge-blog sesuatu hal yang asyik pula. Oke, let’s mulai!

WWW : What a Wonderful Weekend :D

Oke, oke, oke dan lagi-lagi oke..gw mulai dengan pengenalan dahulu.

Arani Nadhira, pacar gw yang tercinta, sedang mengalami sakit yang cukup mengganggu, yaitu influenza + pusing karena hidung yang-ini-mampet-yang-ini-nggak itu. Sampai-sampai akhirnya gw memutuskan untuk memberikan doi sebuah balsem yang mustajab, VICKS salep. Ya, mustajab. Akhirnya selama dia merasa hidungnya mulai buntu, Arani alias Caar ini pun “ngelem” bak pecandu Narkobi. Narkoba. Tapi alhamdulillah, semua berjalan baik, lendir hidung (ingus)nya mulai menetes-netes, mencair maksudnya dan keadaannya membaik seperti yang gw harap. Emang VICKS ichiban desu!

Minggu, 7 Desember 2008, pagi-pagi jam 7, bertolak dari rumah tante di Jalan Proklamasi yang kosong ke rumah si Caar. Namun karena tak tahan perut berbunyi, akhirnya singgah dulu di gerobak nasi uduk deket Genjing. Itu nasi uduk kesukaan gw, Nasi Uduk + Bakwan + Martabak, cuma GOCENG aka Rp 5.000 bow!! Gratis teh tawar lagi.

Selesai makan gw pun meneruskan perjalanan, menumpang mikrolet M35 dari Genjing ke arah Johar Baru. “Kiri, bang” dan turun deh. Eh bayar jangan lupa, hehehe. Dengan kedua kaki gw pun menyusuri rumah-rumah komplek menuju Jalan Johar Baru V, rumah nomer 6. Sesampainya di sana kulihat pagar hijau dan mobil Daihatsu Gran Max kepunyaan sang pacar. Lalu kulihat juga si Caar sedang duduk di teras, kemungkinan besar menunggu gw (ge-er sekalee :p). “Assalamu alaikum” dan masuk deh. Caar menengok dan melihat ke arah gw dan menjawab salam. Gw pun masuk dan akhirnya duduk di teras.

Sambil menunggu bapak dan ibu Caar, kita pun belajar ilmu Bahasa Jepang alias NihonGo, dari buku-buku Kemahiran dasar. Oh iya, rencananya, gw dan Arani hari ini bakal menjalani sebuah tes, yaitu tes Kemampuan Bahasa Jepang atau Noryoku Shiken. Di sini kita masih dasar sekali, yaitu level 4.

Calon mertua gw  datang juga dan langsung deh kita tancap gas (lhaa, gimana caranya nancepin gas…?) ke SMAN 6 Blok M yang menjadi tempat dilangsungkannya tes. Dengan Gran Max, ternyata ngebut juga oke punya, hhaha, beberapa adegan kebut-kebutan dan banting setir cukup membuat gw deg-degan :p.

Sesampainya di sekolah yang sedang penuh diisi para peserta ujian yang jumlahnya ratusan yang terlihat memegang buku yang rata-rata sama persis yang pastinya bisa hiragana dan katakana yang…STOP! Akhirnya kita berkumpul bersama anak-anak Labschool yang dipilih oleh Ibu Ani Sensei. Jam 9.00 kita pun masuk ke ruang tes, eh ternyata anak-anak Labs duduk sekolom coy! Dan gw duduk di depan si Caar :3

Mulai tes Writing, hmm…eeee…emmm! Sulit sekali…muzukashii, muzukashii…akhirnya setelah semua kertas ujian dikumpulkan kami pun keluar, dan ya kembali mengulas yang sebelumnya terjadi. Huuuh, gw sih belajar lagi buat yang abis ini…(padahal abis ini ujian Listening bruakakkaa)

Mulai tes Listening, hmm…anak Labs lain pasti langsung mengernyitkan dahi :p Yah, lumayanlah…tapi masi lebih gampang dari Writing…buhuhuhu…ting tong, akhirnya waktu habis dan kita lagi-lagi keluar kelas dan kembali mengulas seperti sebelumnya.

Masuk kembali untuk tes Grammar (makan tuh) dan gw baru sadar kalo kelas di SMAN 6 yang biayanya 8 bagi lipat dari Labschool ternyata sama-sama punya 2 AC, 1 Komputer multimedia, 1 OHP dengan screen, anjrit lengkap deh kecuali locker. Nah tes terakhir Noryoku Shiken dimulai, dan yaa…begitulah…susah. Selesai tes kita pun keluar dan akhirnya hanya bisa berharap yang terbaik, minimal lulus wakakaka.

Sambil menunggu dijemput, gw dan Arani memutuskan mampir ke KFC aka Kentaki Frait Ciken atau yaa..begitulah orang menyebutnya. Gw makan di depan Arani si Caar yang sedang puasa, duuh…malunya…tapi gw udah minta izin dan malah disuruh nambah,hehehe…

Akhirnya HP berbunyi sebagai isyarat Gran Max telah dekat. Kami pun keluar dan menunggu. Bruuuum, cit. Arani membuka pintu mobil dan ternyata kursi tengah telah penuh terisi oleh adik-adik Arani yang sedang teler karena puasa + AC di mobil. Hhaha, akhirnya gw naik dan duduk di kursi belakang. Di perjalanan di mana gw beberapa kali tertidur, Arani dan Bella adik perempuannya bercanda dan bergosip ria, Naufal dan Ardhi adik laki-lakinya nampak teler namun sesekali bercanda, Mama dan Papa Arani mengobrol dan saling mengawasi jalannya mobil.

Di tengah-tengah perjalanan, di daerah Senayan, Papanya Arani berkata “Eka, ikut aja ya nih ngabuburit, gapapa kan ga dicariin?” Weleh, dengan plegmatisnya menjawab “Iya deh, gapapa, lagi ga ada orang juga di rumah” :p. Akhirnya gw pun diculik dan dibawa mengitari kota Jakarta, menuju tempat ngabuburit yaitu Mall Kelapa Gading di daerah Kelapa Gading.

Sesampainya di MKG, sebelumnya membahas tentang MKG 5 yang akan didirikan, kami pun memasuki basement lahan parkir. Bermenit-menit di sana berputar-putar naik turun cuma untuk mencari sesuap lahan parkir persegi panjang. Akhirnya kami menemukan satu mobil yang mencurigakan, apakah mobil ini akan keluar atau tidak? Sempat terjadi perdebatan di dalam Gran Max mengenai hal ini, namun akhirnya sang Papa dengan ekstrim melewati rambu dan akhirnya parkir deh :D

Turun juga dari mobil, mendampingi Caar sekeluarga gw pun masuk ke pertokoan itu. Hawa dingin langsung menusuk gw yang saat itu sedang memakai jaket yang lumayan tebal. Rencananya kita akan menonton film di Mall itu, yaitu film terbarunya Disney yaitu BOLT.

Hiruk pikuk MKG membuat suasana ramai dan bersemangat (lebay). Kita semua bertolak dari Denki Electronic Store ke Gading 21. Ternyata eh ternyata,  film BOLT yang ingin ditonton itu tidak ada di Gading 21, tapi adanya di Gading XXI (haduuu, apalah bedanya…dasar bodoh). Akhirnya terlunta-lunta kami berjalan ke Gading XXI, dipandu Mamanya Arani yang hafal sekali jalan tikus menuju tempat itu. Alhasil, dengan tempo sesingkat-singkatnya kami pun tiba di bioskop mewah itu.

First impression : Rameeeee abiiiisss!! Rame sekali dan antrian hampir menutup jalan. Kemungkinan besar ini karena film yang berjudul Twilight yang novelnya sedang laris di pasaran remaja Indonesia. Ternyata eh ternyata film BOLT juga laris, akhirnya kita dapet yang jam 4 (pas itu jam 3), di depan pula. Hoho.

Menunggu kloter selesai, Gw dan Arani yang belum salat Dzuhur pun pergi menuju Musholla, sambil memantau kalau-kalau ada anak Labschool. Namun, sejauh ini tidak terlihat ada anak Labschool. Langka juga. Gw dan Caar pun memutuskan untuk salat jama’ berhubung setelah ini nonton film yang cukup lama durasinya. Selesai salat, kembali ke bioskop tapi di jalan ketemu dengan keluarga Caar yang sedang melihat stage di lantai dasar, dengan embel-embel Rockin’ Christmas dari CampRock, High School Musical, dan Hannah Montana. Sebentar saja kite langsung chao ke bioskop.

Masuk ke bioskop lagi, akhirnya ada satu anak Labschool, dan seangkatan pula, dialah RED PES alias Red Face alias Irpun alias Irfan Wilianto anak XII IPA 2 yang sekelas sama Arani. Spontan gw menyapa donk, hehhee. Lalu, kembali ke tujuan semula, nonton BOLT. Melihat pintu studio 6 terbuka, kita pun langsung masuk. Ternyata eh ternyata, filmnya masih diputer coooy! Jadi ternyata pintu terbuka tidak secara resmi namun karena keteledoran salah seorang staff. Huuh, payah. hahaha. Lucu juga.

Penantian yang dibarengi dengan melihat cara pembuatan popcorn caramel itu pun berakhir. Pengumum mengumumkan bahwa Studio 6 telah dibuka. Kami yang berdiri di dekat pintu pun langsung masuk dan mungkin adalah yang pertama masuk, wakaka.. Gw pun duduk manis di sebelah Caar sayang :3

Film BOLT yang sebenernya bisa pake kacamata 3D itu ternyata KEREN BANGET!!! Mulai dari gambar, cerita sampe humor bener-bener bikin kagum dah! Bahkan salah satu adegannya membuat si Caar menangis saking terasa dalamnya (aduuu). Salut buat Walt Disney deh, TOP ABIIISSS!! Untuk ceritanya bagaimana, nonton sendiri aja ya…gw garansi lo ga bakal kecewa, mau lo tua muda renta bahkan belom lahir juga boleh nonton ini. TWO THUMBS UP!

Selesai nonton, jam menunjukkan pukul 17.30. Itu artinya 30 menit lagi buka puasa. Kita pun menyusuri restoran-restoran, dan akhirnya menemukan bahwa YamMie lah yang pantas mengisi perut kita yang lapar ini, apalagi keluarga Caar yang semuanya puasa, aduu :p.

30 menit memang sebentar, namun kenapa, di saat-saat puasa, 30 menit terakhir itu menjadi sangaat lama. Pangsit goreng dan bakmi yang menggoda iman…wuih…hhahaha. Ardhi beberapa kali merengek minta jam dimajuin supaya dia bisa makan, weehehe.

Ting-tong, jam bilang udah jam 6 akhirnya kita makan deh. Diawali dengan do’a untuk Arani yang 2 hari yang lalu berulang tahun dan inilah perayaan ultahnya yang resmi. Pasti si Caar seneng banget, gw ada di hari ultahnya bareng keluarga tercinta :)

Makan YamMie, wueenaaaaak tenan! Beneran, gw kira ini mie biasa, eh taunya Mie ayam Jamur yang bener-bener enak coy. Bumbu kerasa kemana-mana. Keliatannya sedikit tapi gw kok kenyang ya makan itu, pokoknya puas deh. Sembari makan, gw ikut foto-foto bareng Caar sekeluarga lhoo, hehe, happy bgd dah. Selesai makan, Bella minta dibeliin es krim, dan akhirnya sang Papa memenuhi permintaannya. Pergilah beliau ke KFC. Naufal Ardhi, tampak belum puas. Mereka pun beli 1 YamMie lagi. Laper bedd dah abis puasa :p. Gw pun membantu Papanya Arani bawain es krim, ternyata Papa beli es krim dengan waffle, ada rasa Kiwi ada rasa Blueberry. Wiiw, karena beberapa sakit, jadi yang dibeliin cuma Gw Papa Mama dan Bella, hehehe…dasar deh. Es krim waffle kiwi enak juga ternyata, lain kali gw mau beli lagi ah :p Sempet gw suapin si Caar satu sendok es, trus gw sisain Cone Wafflenya yang paling dia suka :3

Selesai makan, kita  pun ke Musholla lagi untuk salat magrib. Selesai salat, pake sepatu, dan akhirnya menuju Gran Max di parkiran. Gw dan Naufal ngobrol tentang game dan naruto, sempet juga ngeliat restoran Eat and Eat yang baru dibuka, unik hehehe. Sampai juga di Gran Max, gw dan Naufal duduk di belakang karena sempit. Kita pun keluar dari MKG menuju rawamangun.

Tiba di Tip-Top ada kabar kalau Bella ingin beli pemutih. Hmm. Hehe, yaah tinggalah Gw, Caar, Papanya Arani dan Naufal. Beberapa kali Caar ngelem VICKS, tapi gw seneng karena kesehatannya membaik. Di belakang gw dan Naufal ngebahas game online, wew, banyak banget ya game online jaman sekarang.

Dari Tip-Top, seusai belanja, kita pun melanjutkan perjalanan. Kabarnya keluarganya Caar ingin pergi ke rumah teman Papa jadinya gw bisa di drop di depan rumah deh :D. Akhirnya, sampai juga di depan hotel Mega PRO. Gw mengucapkan banyak terima kasih, ke Caar, ke Papa Mamanya Caar, Bella, Ardhi, dan Naufal. Seusai salam, gw pun turun dan akhirnya menyeberang memasuki areal Wisma BRI. Mampir ke Satpam minta kunci rumah, dan akhirnya masuk deh. Abis itu, hari pacaran gw belum selesai. Gw SMSan lalu telponan deh. :)

Jalan-jalan sama keluarga pacaar adalah yang pertama buat gw, dan itu bener-bener pengalaman yang berharga sekaligus menyenangkan. Gw seneng seharian ini bareng sama si Caar.

Caar, i love u. Happy b’day ya. Semoga apa yang udah dido’ain kemaren terkabul semua :)

Sorry for the long blog :p

10 Fakta Yang Mungkin Orang Ga Tau dan Ga Perlu Tau

Gw nulis ini karena dipaksa a.k.a di-Tag sama si Nanda. Ok, let’s get it started!

  1. I’m RIGHT! 90% tubuh bagian kiri gw mati, jadi kalo lo pernah sakit kakinya gara-gara ketendang, pasti itu gara2 si kanan. Ato kalo pernah liat tendangan gw menyusur tanah dan ditangkap lembut oleh kiper, pasti ulah si kiri.
  2. I’m STRAWBERRIER! Gw suka bgd sama jus stroberinya si Pedro (tukang jus di Labsraw). Cuman kadang kalo yang bikin asistennya suka kurang manis.
  3. I’m Happy! Punya pacaar cakep bgd, namanya Arani. Sayang dia udah di-Tag sama Beler jadi gw ga sempet deh…love her so much!! Kalo fakta yg ini orang sangat perlu tahu!!
  4. I’m Far From Family (3F)! 18 tahun hidup di dunia ga pernah tinggal di rumah bonyok. Malangnya…Surabayanya…
  5. I Was Smart! Waktu SMP Kelas 3 Semester 2 gw ranking 2. Ini bener2 ga penting.
  6. I’m Ebi-Cruncher! Kalo ke Hokben pasti mesen Ebi Fried. Lidah gw ga tahan dengan menu yang satu ini. Bukan Ebi Furai lho, Ebi Fried!!
  7. Yo Ma Men! Emang fakta kalo guru laki-laki lebih baik mengajar Matematika daripada guru perempuan, pengecualian si ****to guru Labs
  8. I’m Exhausted! Fakta kalo sekarang gw membutuhkan PEMBANTU buat NYUCI NGEPEL MASAK2 !!! Ayo ayo ayo di manakah kaliaaaan…hhu…
  9. I’m Super-Forgot-Able! Gw ini super pelupa. Naro barang. Pas inget, udah ga tau deh dimana tuh naro barang. Hal ini sangatlah mengganggu kehidupan gw! Ini nama penyakitnya apa ya? Teledor apa ceroboh…
  10. I’m Done! Fakta kalo kumpulan 10 fakta ini telah selesai gw tulis.

Nih ada rules2 yang mesti gw tulis, lagi2 gw dipaksa :

The Rules :1. Each blogger must post these rules.2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.

Lalu untuk target berikutnya…

Riska sama Agi.

Ga ada anak labs laen gw bingung wakakaka.

Yo wiss.

Woo..oo kamu ketauaan, lagi pacaaraaaan…

windfall_island

Holaaaa semuaa yg baca blog ini dan khususnyaaa, mygirlfriend Arani Nadhira who frequently inspired me to update this blog :) Today, I’ll tell you about…

KETAUAN PACARAN

*ning ne ning ne, nguueek ngueek ngueuewew -sfx doraemon-*

Haaah? Ketauan pacaran?! Sama siapa? Di mana? Kapan? Dan Bagaimana?Ok Ok sabar…semua bakal gw kupas, kaya jeruk bali tuh, hhe…Nah, semua ini berawal dari saat gw masi kelas 2 SMA dulu, waktu itu tanggal 15 Juli 2007 dan kita (Gw sama Arani) jadian. Ya iyalaaah…hha, udah banyak banget yang kita lalui semasa berpacaran, banyak yang romantis, yang lucu, tapi ada juga yang sedih, yang nyebelin, tapi kita tetep ada cara buat nyelesein itu semua dengan lancar, hebat kaan?

Nah, lagi-lagi nah, akhirnya masa berpacaran kita pun sudah genap lewat 15 bulan (genap kok lewat, aneh..) dan memasuki masa puasa ini, gw dan si caar (panggilan sayang gw ke Arani) dihadapi dengan kenyataan kalo…kita KETAUAN PACARAN! (duaaar, bledaaaaar)

Jadi begini, hari itu lagi puasa, hari Jum’at, tanggal XX, sepulang dari sekolah, sorenya, seperti biasa gw telpon2an sama Caar. Nah, ditelpon gw mendengar kabar kalo akhirnya kisah cinta kita KETAUAN sama papa mama si Caar. Caar ceritain inti2 perbincangan, dan yang bikin gw seneng bgd, akhirnya kita direstuin buat pacaran, asal ga kelewat batas. Semua diserahkan ke kita gimana me-manage waktu pacaran dan tidak melupakan pelajaran di sekolah. Wih, tegang bgd daH! xD

Hari itu juga, Arani mulai memutuskan untuk mengenakan kerudung setiap hari. Betapa mulianya perbuatannya itu, semoga dirahmati Allah ya, caar :)

Keesokan harinya, gw dan Arani BTA, dan untuk pertama kalinya melihatnya memakai kerudung. Makin imut aja, rambutnya uda ga keliatan, tinggal mukanya yang bulat putih cantik itu :)

Sepulangnya, kita sholat dzuhur seperti biasa. Gw pun sholat. Gw pun selesai sholat. Gw pun memakai kaos kaki dan sepatu. Di saat yang bersamaan, gw ditegur oleh seseorang yang familiar bgd suaranya. Seseorang yang mungkin, mudah-mudahan, insyaallah, menjadi mertua gw nantinya.

Beliau adalah Bapak Budi Setiawan, orangtua dari Arani Nadhira sang pacar. Wah, kaget bgd. Deg-degan bgd. Langsunglah gw bangkit dan salim sama bokapnya si Caar. Gw pun meminta maaf kl malu ngomong2 kl kita pacaran. Terusnya, kita jalan keluar pulang deh. Well, nervous is absolute, but i am happy :)

Beberapa hari setelah itu, sore hari, gw mengajak Arani buka puasa di rumah tante gw. Tapi kata Arani, gw harus meminta izin dulu dari sang Bapak. Well, nervous was repeated, but it was a must. Akhirnya telpon dioper ke Bapaknya dan gw memulai konversasi dengan salam dan pertanyaan-pertanyaan mengenai hal bukpus itu.

Ternyata si Caar harus didampingi oleh salah seorang saudaranya, tapi karena lagi pada ga dirumah, akhirnya belum dibolehin deh. Gw juga nerima hal itu, kalo dipaksa habis deh anak-anak di rumahnya gw ajak bukpus brg, kan kasian orangtuanya juga.Waduh, banyak banget omongan gw yang belepotan deh waktu itu. Tapi ya gw bangga, akhirnya ngobrol on-one-on, eh  one-on-one, ditelpon sama calon mertua.

Caar juga seneng bgd kayaknya, dan hubungan kita pun membaik.Restu sudah didapat, tinggal bagaimana kita bisa ngejalanin hari-hari sekolah, dapat kerja, dan menikah nanti.

Thanks ya, caar.. I L U :3

Squirrel and Deer

Squirrel and Deer BGM

Hello, readers! Today I’ll present you a bedtime story. It’s about a kind and cute girl who adventures a forest and turned into a squirrel!

Here’s the story begin…

By the time I was thirteen, I was told by some tale teller…

Once upon a time, when the earth wasn’t as polluted as now, lived a family. They consist of Father, Mother, and the only daughter, Inara. Inara was very cheerful and kind girl, she’s always made her parents happy. Of course, they loved each other. Father was a hard working farmer. He could turn a seed into a delicious corn. Mother was a beautiful woman. She’s an expert of cooking, cleaning, and she provided warmth to her husband and daughter.

Someday, Inara told her mother she wanted to go to the forest. Mother asked Father, and they said it’s OK. Inara was so happy, she told her parents not to worry. She’ll be okay, she said. She’s prepared, with a box of meals from her mother, and an amulet from his father. “It’s for your happiness, dear”, said Father.

Inara waved her parents, and entering the forest swiftly. “Na na na na na”, she hummed some cute sounds, anything that could make her happy. She went deep into the forest. Minutes after, she saw a house, incredibly made from chocolate. For your info, Inara loves chocolate very much.

She ran to the chocolate house. She touched the house. She smelled it. And then she licked the chocolate. “Yummy!” she said. She kept eating the chocolate house until the house owner opened the door. She’s an old hag, a witch. The witch screamed, “What Are YOU doing!?”. Inara was freaked out! She’s so scared. “You ate MY house!!” You MUST pay for this, girl!!” the witch scold Inara.

Inara ran away from the witch, but the witch managed to catch up with Inara. She touched Inara with a spell, a curse. Then the witch laughed, “NYA HAHAHAHA!! Curse YOU, dear girl..” and went back home.

Inara was very frightened and exhausted. She decided to sleep.

Morning came, she woke up. She noticed the trees were larger, and the grass were as tall as her. She confused, she thought she still in her dream. Then, she search for a water to drink. She found a river. She approached it and then surprised. “AAAAAAAAAAH! What’s wrong with my face? My body?” she asked. She washed her face, hoping that this was just a dream. But nothing’s changed. She turned into a squirrel.

She cried a lot. She couldn’t find a way to home. She’s lost. Then, she met a deer. She told him, she was once a human. That deer then know she was cursed by the witch. She asked him to escort her to her house. But the deer couldn’t do that unless Inara showed him the way. Inara knew she couldn’t, she was too small to see the path ahead. He offered to help Inara fight the witch, so she could turn into human again. She agreed.

They rushed back to the chocolate house. They shouted to call the witch. But the witch never responded. Suddenly, Inara found a way to summon the witch. She ate the chocolate. The deer helped her to eat the chocolate. Seconds after, their wish to summon the witch granted. The witch was very upset, proven by her ugly red face and slant eyes sharply looked at them. The witch threw fireballs at them. Luckily, they managed to dodge. The deer came up with an idea. He told Inara the idea, it’s to eat the chocolate house until the witch turns her into human again.

While dodging the fireballs and other granny magician attacks, Inara the Squirrel leapt into the rooftop and then started to eat it. The deer eat one by one block of chocolate while running. The witch was exhausted. She could only watch her house being eaten by an agile squirrel and a hasty deer. She could not attack them.

Then, the witch cried, and plead to them. “Please, *sob* I’ll do anything to make you stop eating my house”, said the witch. The deer stopped eating the chocolates, so did Inara. Inara winked at the deer and said, “Make me human again! I wanna go home and see my family”. “Of course…Of course…I’m sorry I cursed you back,then…”.

With some spell, the witch lifted the curse. The squirrel, Inara, turned back into human again. Surprisingly, the deer turned back into human, too! “Oh, boy! You’re also a human, just like me!” Inara surprised. “Yes, I was. And I am know. I never tried to fight the witch because I don’t have family. Who’s gonna take care of me if I turned back to human again? I’m happy to live as a deer”. The boy replied.

“You can live with me, with my family”, Inara told him. “If you don’t mind…” the Deer answered. “Hoooray!” Inara was so happy, she had a new friend, new member of the family. Then, they went back home.

“Umm…deer?”

“Yes?”

“Can you tell me, who’s your name?”

“Oops, my! My name…hmm…long time no one called my name…I’ve to remember it first…hmm…”
”Well…?”

“I remember now! My name’s Kea, nice to meet you :)”

Smiled together and lived happily ever after :D

Her Gift :3

Two days after i celebrate my 18th Birthday, i went home with my girlfriend, Arani Nadhira.
We rode a bus, numbered 973 to Genjing not so far from our school.
We sat, and talked a bit of funny things about Bajaj.
I opened my bag to give her the pizzas i’ve promised.
At the same time, she opened  her bag too.
Then she gave me, one little cute gift. Made of paper. Some prints.
It was a birthday card.
I said "Thaaaaanks,dear" and continued to give her the pizzas plus two bearbrand milks.
Then, we were silent for awhile.
I put my right hand on the card, grabbed it, hold it, and then started to read it.
There were some writings, made for me, by her.

"She adores,
    the way he wears his shirts,
        the way he sends some surprises,
            when she lays her head on his shoulder,
        when she hugs for search  some peace.
    But mostly,
she loves the way he understands his girl everyday,
    and you always look GREAT in it.
        HAPPY 18th Birthday :)
            wish you all the best, darla :*"

                                Jakarta, Sept 2nd, 2008

                                        (her signature)

                                        ARANI NADHIRA

Heart beat faster.
I flipped the card and read the back.
Written in it :
"created just for PAA, by CAAR :)"

Phew…
My mind filled with happiness, so are my tears would come out back then.
But I hold my cries.
I said "Wow, this is…really lovely, thank you so much my dear"
She replied "Tee-hee, sorry, it’s just a card.."
Words came out from my mouth "It’s okay,dear…i love this, i really like it"
She smiles, and said "Actually, i bring two cards. The same card, but with a different photos inside"

Yeah, there are also a picture in it.
Our picture.
Our lovely photo.
She edits it, adding some romantic sepia tone.
It contains me, and my girlfriend beside me.
In the photo, I stick my cheek to her.
The second photo wasn’t different in pose, but with it’s original color.
Under our photo, there’s a heart shape.
That’s our love.

We arrived at Genjing, and she’s about to leave.
She said "Thanks, paa"
I said "Don’t eat the pizzas on your way home, dear" :p
She dropped off from the bus.
Just a second later, i realized that she had forgotten her handphone.
It’s in my pocket :p
So i stopped there. Chase her.
Fortunately, she still standing near the bus stop.
I tease her and put her phone in her hands.
I was so happy that i could do that for her :)
She thanked me again.
Plus, she said "Bye, paaaa :)" and then she rode a mikrolet.
But the mikrolet stopped again, it waiting for another passengers.
I and she laughing and smiling at each other that time.
Then, the mikrolet went on.
I waved at her.

Then, i rode another bus to my house.
When i arrived, i went to my room.
I checked my phone, there was a New Messages notification.
I read it.
It’s from my caar.
Phew…hhe…again…she sent a sweet message for me :)
I replied her message, and then fall asleep not so long after that.


Woke up, she misscalled me.
But when i call back, she didn’t answer.
Hhe, that’s our loves style, man :)

So i wrote this blog, hoping that she will misscall me again.


Thanks to my caar :)

September 4th, 2008

18 TahunKu

18 Tahun Itu…52 Tahun Dikurang 34 Tahun ‘Kan? :p

Hari ini tepatnya tanggal 2 September 2008, terjadi suatu peringatan lahirnya 3 orang insan di dunia fana ini. Adalah gw, aku, dan saya.

*kriik kriiik kriiikitiiik*
Ok, ok…ternyata eh ternyata, di tanggal yang sama, Ekaputra Anindhita lahir di tahun 1990. Tempatnya di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Jakarta. Beda banget kan daripada pas HUT ke-18nya…di mana dia ngabuburit di rumah keluarga ASLInya di BSD City…hhe :d

18 tahun lalu, kira2 beberapa jam setelah itu, ada yang motret gw, gw masih pake sarung tangan tak berjari, rambut masi acak-acakan *lhaa emang gw bisa nyisir apa umur segono*, kepala bulat jidat menonjol, mata tertutup *sekarang juga masih "kurang" terbuka, hhe*, berat masih di bawah standar, tinggi juga belum…dan sekarang figur gw yang masih kecil itu dijadikan screensaver oleh pacaar gw tersayang :3 *pamer dikit*

Nah, itu kan 18 tahun lalu…semua orang juga pasti sama kan, atw mirip2 dikitlah…nah beberapa hal yang MUNGKIN, mungkin berbeda dari orang laen yang baru menginjak usia 18 tahun, yaitu sebagai berikut :
1.    H-1 ulang tahun, gw berjalan menyusuri gang-gang sempit beralirkan comberan, menuju ke kantor lurah. Untuk apa? Untuk mengambil KTP gw yang seharusnya diambil 364 hari yang lalu. Asyiiik, akhirnya dapet juga KTP. KTP gw lusuh, lecek, belom pula dilaminating, sesampainya di rumah, Om gw mencak2 orang2 kelurahan yang malas! Ternyata seharusnya itu KTP gw harus udah dilaminating!! Woooo…
2.    Subuh diawali dengan menamatkan sebuah game PS3 yaitu Metal Gear Solid 4, selesai jam 9, yang lalu terlelap dan akhirnya terbangun untuk online, mencoba menelpon pacar, dan akhirnya menulis blog ini.
3.    Mendapati 2 SMS ultah dari nyokap, yang pertama, isinya berupa gabungan emoticon yang membentuk gambar beruang, kedengarannya rada jadul yah, tapi yaa kenyataannya begitu, hhe :p
4.    Orang pertama yang berkata Selamat yaa… itu ade gw yang perempuan :)

Weleh weleh, kok cuma 4? Yaaa…sebenernya banyak bgd, tapi yaaa mungkin yang bisa dituang ke dalam blog gw cuma segini dulu,hhe :p

Huaaaah, ultah bertepatan dengan bulan puasa emang rada suntuk yah…hmm, tapi gpplah, gw tetep seneng, ada yang inget ulangtahun gw, selama ini, gw hampir acuh tak acuh soal ulang tahun. Tapi sekarang gw mulai sadar, ulangtahun tuh menyenangkan ya :)

Caar, paa tunggu hadiah dari kamu yaaa :3

Happy birthday to ME~

Bat and Eel

Kalong – Belut

 

Kalong dan belut
adalah dua hewan yang sangat berbeda. Kalong berbeda dengan kelelawar, mereka
tidak mengandalkan pendengaran sebagai alat indera. Kalong adalah hewan
herbivora, tubuhnya rata-rata lebih besar dari Kelelawar yang kadang diasosiasikan
dengan vampire a.k.a drakula. Mata kalong lebih baik daripada kelelawar dalam
penglihatan.


Belut, kaya’ yang lo
pada kenal, beda banget sama ikan. Biar juga masuk ke dalem kelompok Ikan, tapi
belut tetep beda sama yang namanya ikan. Belut ga punya sirip, ga punya sisik,
nafasnya pake udara kaya’ manusia, terus matanya juga ga begitu bisa ngeliat
dengan baik. Nah, beda banget kan  sama Kalong…

 

Namun, suatu hari, dua
hewan ini bercakap-cakap. Mereka bertemu secara tidak sengaja. Kalong jantan yang
sedang tidak tahu akan hidup di mana itu, dan belut betina yang kebetulan
selalu tinggal di dalam gua ini menawarkan tempat tinggal sementara bagi si Kalong.

 

“Ha, halo…maap yah,
ngerepotin lo nih!”

“Ah, udee gpp! Kita
emang udah sepantesnya saling tolong-menolong, ya ga sih? Asal…”

“Asal…?”

“Asal lo ga makan gw aja.”

“Hahaha, tenang aje,
gw ‘kan makan sayur doank…”

“Lagi diet apa?”

“Kagaaaa! Emang dari
sononya menu gw sayuran!”

“Hahaha…”

 

Kalong pun akhirnya
menemukan tempatnya. Makin lama, Kalong dan Belut makin akrab. Mereka saling
bertukar nomer HP *buset deh pake HP!?*. Tidak jarang mereka saling berkirim
pesan menggunakan teknologi mutakhir di dunia hewan tersebut. Kalong jadi
sering menjalang ke rumah Belut.

 

Nah, suatu hari, Belut
ngejatohin HPnya *maklum badannya licin :p* di deket rumahnya. Mata belut ga
begitu bagus, jadinya dia ga bisa ngeliat apa-apa tuh, mana rumahnya kan gelep. Belut pun manggil-manggil Kalong.

“Loooong, kalooooong!”

“Yaaaa?! Ada apa?”

“Ini, HPku terjatuh
entah di mana, tapi aku yakin di sekitar sini.”

“Ooh, hmm…”

 

Langsung deh Si Kalong
ngeluarin HP dari kantongnya, merk SIEMENS CX65 *makin buset, maap ya para
pembaca*. Diteleponlah HP Si Belut. Namun, setelah beberapa lama…

 

“Lho, kok ga
kedengeran apa-apa? ‘Kan
harusnya ada ringtone apa gitu?”

“Ya amplop! Tadi gw
silent! Soalnya lagi sekolah tadi…duuuh!”

“Lhaaa…ya udah gw coba
lagi deh.”

 

Berulang kali dicoba,
tetap saja tidak terdengar apa-apa. Apa boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur.
Ayam telah disuir-suir. Sambel sudah diulek. Biji kedelai hitam juga sudah
menjadi kecap. Tidak lupa kerupuk juga selesai digoreng. Kalong pun mentraktir
Belut semangkuk bubur ayam. Sambil menangis Belut melahap bubur itu.

 

“Huhuuu…”


”Ehh udah donk, makannya ga usah pake nangis segala…”

“Huuu…huuu…aduu, di HP
gw ‘kan  banyak foto-foto narsis gw…foto kenangan gw
sama temen-temen gw…foto keluarga…”

“…yaaa…setidaknya lo
cuma keilangan fotonya…bukan hewan-hewannya, ya ga?”

“Hiks…iya…tapi ‘kan  di situ ga cuma ada foto…ada mp3, games, nomer
telepon, profiles, setting, web—“

“Heeeeh! Iya iya,
sabar…takdir nih namanya…siapa tau nanti lo dapet HP yang lebih bagus.”

“…iya…sorry ya, jadi
ngerepotin lo…”

“Ya elah, temen ini…”

“…ummm, Ka, Kalong…”

“Hmm?”

“Lo kok bae banget sih
sama gw? Padahal kan lo Kalong, Gw Belut.” *rasis :p*

“Hahaha, emang gw
seneng kok nolongin hewan. Berhubung kita sama-sama suka keluar rumah
malem-malem, jadi yaa…ketemunya elo terus :p”

“Hihi, dasar lo…”

“Hehehe. Abisin tuh
buburnya, terus kita pulang. Sekalian sambil nyari HP lo lagi deh pas pulang.”

“Ga usah. Gw sekarang
uda tenang.”

“Ohh…ya udah
hehehe…tapi ga ada salahnya kan kalo gw mau nyariin?”

“Ya…terserah lo juga
sih, cakar-cakar elo :p”

 

Akhirnya mereka pun
selesai makan dan setelah membayar, kira-kira 8000 rupiah dunia hewan, mereka pun
berjalan pulang, menuju rumah Belut.

“Hmm…”

“…Kalong?”

“Ehh? Iya!?”

“Buset ga usa kaget-kaget gitu kalee…”

“Hahaha, maap, lagi
bengong, kenapa?”

“Hehe, gaaa…cuma mau
bilang, gw seneng banget punya temen kaya lo.”

“…ehh…i…i…iya,
sama-sama…”

“…”
”…mmm…”

“Ya?”

“Eh…ngga, gapapa kok
hehe. Umm…aduu, sorry ya, HP lo ga ketemu-ketemu nih, udah gw cari kemana-mana
padahal…”

“Udah gpp, ga enak nih
jadi ngerepotin lo.”

“Gpp, gw yang mau
nyari kok. Weeeek :p”

“Dasaaar…pengen banget
sih nemuin HP…eh udah dulu ya, thanks for today :)”

“Hahaha, iya,
sama-sama Beluuut. Gw pulang yaa…”

“Dudu, Kalong…ati-ati
terbangnya. Jangan nabrak pohon.”

“Hehe, ok, daaaah!”

 

Akhirnya mereka
berpisah. Di perjalanan pulangnya Si Kalong…

 

“Duu, dia udah baca
belom ya SMS gw yang terakhir…?”

 

 

Di suatu tempat, di
perairan gua yang dingin dan gelap, di dasar yang paling dalam, terpancar sinar
putih berbentuk persegi. Itu adalah sinar yang dipancarkan oleh monitor HP Si
Belut. Di layar tersebut terdapat pesan :
1 Message Received. Dibawahnya :
Read.

 

 

Isinya…tebak sendiri
deh :p

 

PS : Aneh bgd si nih blog :p

-a fable about a Bat
and an Eel-

Sleepy and Taxi

Ok, let’s get this started :)

Rabu malam, gw dan ade gw yang bernama Satria *Knight nih :p* bertolak dari depan pintu rumah om tante gw di bilangan Proklamasi, Menteng, menuju ke trotoar depan Hotel Mega PRO demi menunggu sesuap taksi *ahay, sesuap, kalo semangkok kaya apaan :p*

Menunggu dan menunggu, sejauh mata kami melirik tiap kaca mobil taksi yang gelap dan mengundang nafsu *lhaaa*, belum juga ditemukan taksi dengan stiker "TARIF LAMA" di depannya. Gw pun telpon2an dgn pacar untuk mengisi waktu luang :)

Suddenly…*beatles nyanyi donk :p*

All my troubles seems so–ups, keterusan hhe :p

Tiba-tiba muncul dari arah belokan ujung, taksi yang sudah lama kami kenal, Taksi Ekspress judulnya. Taksinya bagus, dalemnya harum, supirnya ramah, tarif lama pula! Tangan pun melambai-lambai a la hitchhiker, mengharap sang supir melihat jari-jemari kami yang jenjang *lhaaa* dan menyalakan lampu sen kirinya dan menepi dan membuka pintu dan..

NGEEEEEENG…!

Taksi Ekspress itu berlalu begitu saja. Kenapa? Ya, anda pasti tau kenapa. Tidak sedikit orang yg kesal karena taksi yang membuat mereka menjajakan tangannya ke depan sudah berpenghuni alias OCCUPIED, hahaha..gw juga kesel!

Tapi ya, salah gw juga, kenapa? Karena taksi yang kosong, lampu atasnya menyala. Gw ga pernah meratiin itu karena banyak taksi yg nakal, ada penumpang lampu dinyalain, pas ga ada penumpang lampu dimatiin..gimana nih pak SBY!? *ga ada hubungannya ya? hhe*

30 menit kemudian, ada sinar di kejauhan. Sinar lampu. Lampu di atap. Di atap mobil. Mobil yang banyak stiker di pintunya. Mobil yang ada di stiker di kaca depannya. Tulisannya : Tarif Lama. Langsung aje dah kita paksa menepi. Taksi yang satu ini, adalah Dian Taksi. Sama seperti Ekspress, grup taksi ini juga masih setia membahagiakan para penumpang dengan TARIF LAMAnya.

Tarif Lama, Tarif Bawah, dan Tarif Atas. Beginilah perbedaannya :
Tarif Lama : mulai masuk angkanya 4000, jalan 1 km nambah 180, setiap 100m naik 180 dan seterusnya…
Tarif Bawah : mulai masuk angkanya 5000, jalan 1 km nambah 250, setiap 100m naik 250 dan seterusnya…
Tarif Atas : mulai masuk angkanya 6000, jalan 1 km nambah 250, setiap 100m naik 250 dan seterusnya….

Jelas kan mengapa kita, bangsa indonesia, memilih TARIF LAMA? Hohoho..

Masuk taksi, kami disambut oleh supir taksi yang namanya agak samar-samar *bukan Nama orangnya Agak Samar Samar lho :p*

Gw : Kemanggisan, Slipi pak!
Supir : Ok dek, udah?
Gw : Yuk berangkat!

Supir taksi yang satu ini cukup talkative dan menghibur, senantiasa dia mengajak ngobrol dan bersenda gurau. Wah, enak deh pokoknya kalo supir taksinya user-friendly kaya gini :D

45 menit kemudian, sampailah di daerah Slipi. Sebelum Slipi Jaya, belok kiri. Lurus teruuus..berhenti. Kenapa?

MUAAAAACCEEEEEEETT!!! Parah bgd macetnya. Mana jalannya oneway, sempit, cuma 1 itu aja lagi ga ada alternatif lain X(

Akhirnya, gw dan satria seia sekata untuk menghentikan perjalanan dengan taksi, beralih ke jalan kaki.

Gw : Bang, depan kiri ya!
Supir : Hah?! Udaaahan? Ah kamu tega nih ninggalin saya sendiri macet-macet begini…
Gw : yaa, maap bang, tapi emang uda deket kok tuh ada portal..
Supir : yaa, nanti saya kesepian donk…mana macet lagi…
Gw : yaa, gimana lagi donk bang…*seraya mengecek recehan untuk bayar taksi*
Supir : Emang ga ada jalan lain ya dek?
Gw : Ga ada bang…cuma ini aja jalannya…
Supir : Hah?! Mati saya, bisa telat nih ngasi setoran..
Gw : Aduu maap deh bang, nih
*bayar taksi, pas2an penuh recehan*
Supir : Tambah jigo deeh…
Gw : eeh..itu recehan juga banyak yg hoki dapetnya
*lhaaa*
Supir : hahaha, ga dengg becanda…ya udah cepet keluar tuh banyak yg klaksonin kita
Gw : iya iya, yo makasi ya bang
Supir : sama-sama :)

Akhirnya, kita pun menyebrang. Masuk Gang. Keluar gang. Girang. Akhirnya datang. Di kampung halaman kemanggisan :P

-sekedar info : taksi jelek pun sudah mulai berstiker TARIF BAWAH, jadi hati2 dalam memilih

Sekian dan terima kasih :)

-dedicated to all taxi driver and me-